Connect with us

Pendidikan

Pemimpin Tawadhu, yang Senantiasa Berpuasa & Shalat Malam

Keteladanan Nurudin Zanki

Keteladanan Nuruddin Zanki : Pemimpin Tawadhu, yang Senantiasa Berpuasa & Shalat Malam

Nama lengkapnya adalah Nuruddin Abul Qasim Mahmud bin ‘Imaduddin Zengi adalah anggota dari dinasti Zengi yang menguasai Libya dari tahun 1146 sampai tahun 1174. Nuruddin Zanki dilahirkan pada hari Ahad 17 Syawwal 511 H yang bertepatan dengan bulan Februari tahun 1118.

Pada era Perang Salib, Sulthan Shalahuddin Al-Ayyubi merupakan sosok yang paling dikenal dalam sejarah, baik dalam sejarah didunia Islam maupun dunia Barat. Selain itu, pada era Perang Salib II, dunia Islam juga memiliki sosok pejuang dan pemimpin yang juga terkenal dengan kehebatannya sebagai pembela Islam, yaitu Nuruddin Zanki (Nuruddin Zengi).

Cita-cita & Mimpi Besar
Nuruddin Zanki bercita-cita untuk menyatukan pasukan Muslim dari Efrat sampai Mesir. Ia juga memimpin pasukan melawan tentara salib. Sejarawan menyatakan bahwa Sulthan Nuruddin Zanki merupakan pemimpin yang lurus dan tegas dalam hal keadilan setelah Khulafaur Rasyidin dan Umar bin Abdul ‘Aziz. Ia sukses menghidupkan kembali nilai-nilai Islam di negerinya.

Rajin Berpuasa & Shalat Malam
Walaupun Nuruddin mempunyai tahta kerajaan, ia adalah orang yang dikenal wara’ dan zuhud. Beliau merupakan sosok pemimpin yang rajin solat berjama’ah, mendirikan solat malam, dan rajin membaca Al-Qur’an serta berpuasa. Nuruddin juga dikenal dengan ketinggian ilmu Diin, selain itu ia juga dekat dengan para ulama.

Sosok yang Tawadhu
Nuruddin bukan merupakan sosok pemimpin yang gila akan pujian. Pernah ketika seorang ulama yang khawatir jika Nuruddin meninggal ketika berperang.

Nuruddin dengan segala kerendahannya hanya menjawab, “Siapa Nuruddin itu? Sehingga ia dikatakan demikian. Mudah-mudahan karena kematianku Allah memelihara negeri ini dan Islam. Itulah Allah yang tiada Tuhan yang berhak disembah dengan hak melainkan Dia”.

Pemimpin yang Adil
Al-Hafidz Adz-Dzahabi dalam kitabnya Siyar A’lam an-Nubala (20/532) mengatakan :
“Beliau (syaikh Umar) di bawah kekuasaan raja yang adil yang sunni yaitu Nuruddin Mahmud Zanki, yang para sejarawan telah ijma’ (konsesus/sepakat) atas kebaikan agama dan kehidupannya. Beliaulah yang telah memusnahkan dinasti Fathimiyyun di Mesir sampai ke akar-akarnya, menghancurkan kekuasaan Rafidhah. Menampakkan (menzahirkan) sunnah, membangun madrasah-madrasah di Halb, Hamsh, Damasqus dan Ba’labak, juga membangun masjid-masjid Jami’ dan pesantren hadits.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + two =