Connect with us

Politik

EMPAT PROPOSAL KHILAFAH UNTUK INDONESIA

Oleh: Agung Wisnuwardana

 

Selepas Revolusi Perancis dan dilanjutkan dengan Revolusi Industri, kapitalisme terus mengalami perkembangan.

Seiring dengan perkembangan kapitalisme, negara-negara Eropa membutuhkan bahan mentah untuk meningkatkan produksi mereka.

Untuk kepentingan inilah kemudian negara-negara Eropa melakukan kolonialisme dan imperialisme ke wilayah-wilayah yang kaya sumber bahan mentah.

Dalam konteks Indonesia, Belanda melakukan *kolonialisme dan imperialisme (penjajahan fisik)* selama 350 tahun. Dan selama itu pula hampir sebagian besar kekayaan alam Indonesia disedot oleh Belanda.

Perang Dunia II telah melahirkan Amerika Serikat (AS) sebagai pemenang perang dan memimpin dunia. Inilah era dimulainya pola baru kapitalisme dengan pendekatan developmentalis (pembangunan).

Bagi Indonesia, berakhirnya PD II ditandai dengan kemerdekaan Indonesia secara fisik.

Orde lama (Orla) sebagai tahap awal kepemimpinan Indonesia pasca kemerdekaan berusaha untuk membuat keseimbangan antara poros AS (kapitalisme) dengan poros Beijing (komunisme).

Tetapi karena kecenderungan Orla pada poros Beijing menyebabkan AS tidak leluasa mengintervensikan kapitalisme developmentalis nya ke Indonesia.

Geger 1965 menjadi penanda berakhirnya kepemimpinan Orla dan berganti ke Orba. Di bawah kepemimpinan Orba, Indonesia hidup dalam hegemoni *kapitalisme developmentalis*.

Investasi asing terutama dari AS dan sekutunya mengalir ke Indonesia. Multi national corporation AS dan sekutunya hampir menguasai seluruh kekayaan alam Indonesia. Cadangan emas besar dii Papua pun jatuh ke tangan Freeport sejak 1967.

Hutang luar negeri pun mengalir untuk membangun Indonesia. Dan pada saatnya nanti hutang ini menjadi jebakan buat Indonesia.

Sejak 1998 yang sering disebut era reformasi, ternyata menjadi penanda era baru kapitalisme di Indonesia. Logika developmentalis dianggap tak mampu untuk membangun efisiensi dan peningkatan produksi. Kapitalisme membangun varian baru yang disebut *neoliberalisme*.

Neoliberalisme di Indonesia ditandai dengan semakin massiv nya investasi asing dan hutang luar negeri. Proses privatisasi di berbagai bidang semakin gencar. Subsidi kepada rakyat semakin dipangkas dan dihilangkan. Pajak kepada rakyat semakin ditingkatkan. Era pasar bebas pun dimulai dan semakin digencarkan. Usaha kecil tergencet dan rakyat semakin menderita

Di sisi lain Cina menjadi kekuatan ekonomi baru dunia semenjak melakukan reformasi pada tahun 1978. Cina mulai menata dirinya menjadi negara baru dengan pendekatan kapitalisme neoliberal. Akhirnya Cina menjelma menjadi kekuatan baru ekonomi dunia dengan pertumbuhan yang sangat tinggi. Cadangan devisa nya pun sangat besar.

Operasi OBOR Cina pun digulirkan untuk semakin memenangi pertarungan ekonomi dunia. Dan Indonesia pun sejak 2013 mulai melirik Cina. Akhirnya Cina mulai masuk secara massiv ke Indonesia sejak 2014 sampai saat ini. Dia menawarkan hutang luar negeri dan investasi buat Indonesia. Tarian ular naga neoliberalisme Cina semakin meliuk dan akan melilit Indonesia.

Uni Eropa sudah lama masuk dalam krisis ekonomi tak berkeseduhan. AS menyusul masuk dalam krisis ekonomi sejak tahun 2009 yang sangat melemahkan. Krisis ekonomi AS pun sampai saat ini belum terselesaikan. Cina pun akhirnya kena imbasnya ditandai dengan perlambatan ekonomi yang sampai saat ini masih terus berlangsung. Kapitalisme mulai rapuh dan terseok.

Harry Shutt dalam bukunya Runtuhnya Kapitalisme, menyebutkan bahwa Kapitalisme kini sedang mengalami “gejala-gejala utama kegagalan secara sistemik”, yaitu
– semakin lesunya pertumbuhan ekonomi
– semakin lebar kesenjangan dan bertambah terus orang-orang miskin
– semakin sering terjadi krisis keuangan baik lokal maupun global

Di tengah carut-marut kondisi Indonesia saat ini maka semua alternatif perbaikan Indonesia harus diberikan ruang diskusi untuk menyampaikan gagasan solusi untuk Indonesia.

Khilafah dengan proposalnya juga sepantasnya diberikan ruang diskusi intelektual sehingga dapat dicerna gagasannya secara jernih.

Terkait hegemonik kondisi neoliberal di Indonesia saat ini maka setidaknya ada 4 proposal Khilafah yang layak untuk didiskusikan dalam ruang gagasan yang adil.

*1. KHILAFAH MENAWARKAN GAGASAN UNTUK MENGAKHIRI DOMINASI DOLAR AS DAN MUNGKIN KE DEPAN YUAN CINA DENGAN SISTEM MINETER BERBASIS DINAR DAN DIRHAM*

Dengan dinar yang berbasis emas dan dirham yang berbasis perak maka akan terwujud keadilan bagi semua pihak, terukur dan stabil. Kestabilannya terjadi karena didukung oleh nilai intrinsik riil yang pada akhirnya akan menghilangkan inflasi.

*2. KHILAFAH AKAN MENGHAPUS SEKTOR NON-RIIL ATAU SEKTOR MONETER YANG MENJADIKAN UANG SEBAGAI KOMODITAS*

Sektor non riil inilah yang menyebabkan bubble economy dan memicu terjadinya krisis moneter dan ekonomi yang berulang. Dan yang jelas sektor non riil ini diharamkan karena mengandung unsur riba dan judi. Sektor non riil juga telah terbukti menyebabkan sektor riil tidak bisa berjalan secara optimal. Karena itulah Khilafah akan menempatkan uang hanya dijadikan semata-mata sebagai alat tukar dalam perekonomian. Khilafah akan menghentikan total sektor non riil dan semua uang akan digerakkan pada sektor riil sehingga roda ekonomi akan berputar secara optimal dan menyebabkan ekonomi kuat.

*3. KHILAFAH AKAN MENATA ULANG SISTEM KEPEMILIKAN DENGAN POLA YANG SESUAI DENGAN SYARIAH ISLAM*

Kapitalisme telah menempatkan kebebasan memiliki sebagai prinsip penting. Hal ini menyebabkan semua sumber daya ekonomi termasuk yang menguasai hajat hidup orang banyak dimiliki oleh swasta (privat). Akhirnya kerusakan dan ketidakadilan terjadi. Khilafah akan mengatur kepemilikan menjadi 3 yaitu kepemilikan pribadi, kepemilikan negara dan kepemilikan umum. Sumberdaya yang dibutuhkan orang banyak, menguasai hajat hidup masyarakat luas, termasuk sumberdaya yang berlimpah harus menjadi milik rakyat umum, baik muslim maupun non muslim dan tak boleh diprivatisasi. Negara yang akan mengelolanya dan dikembalikan hasilnya untuk kemakmuran rakyat sebagai pemilik yang sebenarnya.

*4. KHILAFAH AKAN MENJALANKAN POLITIK EKONOMI ISLAM*

Politik ekonomi Islam fokus pada kesejahteraan rakyat dengan memastikan dan menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat individu per individu. Khilafah akan memastikan 6 kebutuhan asasi setiap individu rakyat terpenuhi yaitu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan dan keamanan. Oleh karena itu distribusi kekayaan harus dipastikan sampai kepada setiap individu rakyat. Tak seperti dalam kapitalisme, dimana kekayaan hanya menumpuk di segelintir individu, sedangkan rakyat kebanyakan mengalami kemiskinan.

Empat proposal Khilafah untuk Indonesia ini selayaknya mendapatkan ruang diskusi yang layak bukan malah dipersekusi, diintimidasi dan didzalimi.

17/06/2019
Bumi Salamudin

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − five =