Connect with us

Pendidikan

SAHABAT INVESTASI AKHIRAT

|Oleh: Siti Nurrahmah [Muslimah Peduli Umat]

“Jika kalian tidak menemukanku di surga, maka tanyakanlah tentangku kepada Allah. Ucapkan, ‘Wahai Tuhan kami, hamba-Mu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau.”

Perkataan Imam Ibnu al Jauzi di atas tentu sudah familiar didengar. Perkataan yang mengisyaratkan sebuah manfaat dari persahabatan. Hubungan persahabatan memang hal yang lumrah terjadi di kehidupan manusia. Apalagi dengan canggihnya teknologi saat ini. Seolah tiada batas untuk menjalin persahabatan.

Persahabatan yang dulu identik dengan keluar bersama, main bersama atau bersua langsung di dunia nyata, saat ini
sudah bergeser. Tetap bisa bersahabat walau tidak bersua langsung. Cukup sosial media di dunia maya menjadi sarananya. Maka keadaan ini menjadi peluang untuk menambah investasi akhirat via pertemanan.

Sahabat adalah investasi yang menguntungkan jangka pendek dan panjang. Sebagai investasi jangka pendek saat di dunia, langsung dirasakan manfaatnya. Sedangkan sebagai investasi jangka panjang manfaatnya dapat dirasakan saat di akhirat.

Lalu, sahabat seperti apa yang bernilai investasi akhirat? Apakah orang yang disebut sahabat karib? Apakah teman satu genk? Teman yang memiliki hobi sama? Teman yang selalu mau mendengar keluhan? Orang yang selalu mendukung dalam segala hal? Ternyata bukan! Teman akhirat terkadang menjengkelkan karena tak sependapat. Mengesalkan dengan ceramah dan nasehatnya. Sahabat akhirat adalah sahabat yang senantiasa mengingatkan dan mengajak dalam amal sholih dan ketakwaan.

Persahabatan yang mendekatkan diri kepada Allah. Persahabatan yang dibangun karena Allah. Inilah persahabatan yang dapat memberi syafaat di akhiray kelak.

Sebagaiamana terdapat dalam sebuah hadis:
“Tujuh golongan yang Allah berikan naungan pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Pemimpin yang adil, pemuda yang rajin beribadah kepada Allah, seseorang yang hatinya terikat dengan masjid jika ia keluar darinya sampai ia kembali, dua orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan berpisah karena Allah.” (HR. Bukhari Muslim)

Maka marilah senantiasa berkumpul dengan orang sholeh. Bersahabat karena Allah, bukan karena asas manfaat. Imam Syafi’i bertutur, “Apabila kalian memiliki teman yang membantumu dalam ketaatan, maka genggam erat tangannya. Karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit, sedangkan berpisah darinya itu mudah.”

Wallahua’lam bish-shawab shawab.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − one =