Connect with us

Majelis Taqorrub

BATAS AKHIR WAKTU SAHUR

Oleh : KH. Muhammad Siddiq Al-Jawi

Tanya :

Ustaz, mohon dijelaskan batas akhir waktu sahur, apakah waktu imsak, dimulainya azan Subuh, atau di akhir azan Subuh?

Jawab :

Imam madzhab yang empat berpendapat waktu sahur itu berakhir ketika telah terbit fajar shadiq (thulu’ al-fajr al-shadiq). Dengan kata lain, waktu sahur berakhir hingga azan Subuh. Dalilnya firman Allah SWT,

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

”Dan makan minumlah kamu hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS Al-Baqarah [2] : 187)

Ayat ini menunjukkan bahwa makan minum (sahur) masih boleh hingga jelas/terang (tabayyun) bahwa fajar sudah datang (Yusuf Al-Qaradhawi, Fiqh Al-Shiyam, hlm. 101; Mahmud Abdul Lathif Uwaidhah, Al-Jami’ li Ahkam Al-Shiyam, hlm. 77; Wahbah Zuhaili, At-Tafsir Al-Munir, 2/153).

Yang dimaksud fajar dalam ayat itu adalah fajar shadiq, bukan fajar kadzib. Dalilnya hadis ‘Aisyah ra., dia berkata, ”Janganlah azan Bilal mencegah dari sahur kamu karena dia menyerukan azan pada malam hari. Makan minumlah kamu hingga kamu mendengar azan Ibnu Ummi Maktum karena dia tidak menyerukan azan hingga terbit fajar.” (HR. Bukhari, Muslim, Nasai, Ahmad, Ibnu Hibban, dan Ibnu Khuzaimah).

Hadis ini menjelaskan Bilal mengumandangkan azan pada malam hari, atau saat terbit fajar kadzib, yaitu munculnya cahaya putih yang memanjang ke arah atas/langit. Sedang Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan saat terbit fajar shadiq, yaitu munculnya cahaya putih ke arah kanan dan kiri, bukan hanya ke arah atas saja (Mahmud Abdul Lathif Uwaidhah, ibid., hlm. 82).

Berdasarkan hadis ‘Aisyah ra. ini, batas akhir waktu sahur bukan fajar kadzib, melainkan fajar shadiq, yakni saat azan Subuh. Maka dari itu, waktu imsak (sekitar 10 menit sebelum waktu Subuh) bukanlah batas akhir sahur. Sebab batas akhir sahur adalah datangnya fajar shadiq (waktu Subuh), bukan datangnya waktu imsak. Maka jika waktu imsak tiba, makan dan minum untuk sahur masih boleh dan tidak haram.

Waktu imsak hanya untuk kehati-hatian (ihtiyath) saja, bukan batas akhir waktu sahur. Dalilnya hadis Zaid bin Tsabit ra. yang berkata, ”Kami pernah makan sahur bersama Nabi saw., kemudian kami berdiri untuk shalat (Subuh).’ Lalu Anas bertanya kepada Zaid bin Tsabit, ‘Berapa lama antara keduanya (sahur dan shalat Subuh)?’ Zaid bin Tsabit menjawab, ’Kadarnya (lamanya) sekitar bacaan 50 ayat.'” (HR. Bukhari, Muslim, Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). (Mahmud Abdul Lathif Uwaidhah, ibid., hlm. 81).

Walhasil, batas akhir waktu sahur adalah saat azan Subuh. Namun bukan awal azan Subuh, sebab ada dalil yang membolehkan sahur ketika orang mendengar azan Subuh. Dengan kata lain, hadis ‘Aisyah ra. bahwa batas akhir sahur adalah azan Subuh masih mujmal (global). Hadis ini kemudian diperjelas dengan hadis Abu Hurairah ra. sebagai mubayyan (penjelas yang detail dari mujmal) yang masih membolehkan sahur ketika azan Subuh.

Abu Hurairah ra. berkata, ”Rasulullah saw. bersabda, ’Jika seseorang dari kamu mendengar azan (Subuh), sedangkan bejana (air) sedang di tangannya, maka janganlah dia meletakkan bejananya hingga dia menyelesaikan hajatnya darinya [minum].'” (HR. Abu Dawud no 2350, Ahmad, Daruquthni, dan Al-Hakim. Hadis ini dishahihkan oleh Al-Hakim dan disetujui oleh Imam Dzahabi). (Mahmud Abdul Lathif Uwaidhah, ibid., hlm. 79).

Berdasarkan hadis Abu Hurairah ra. ini, jelaslah bahwa makan dan minum saat azan Subuh masih dibolehkan. Hadis Abu Hurairah ra. ini adalah penjelas (mubayyan) dari hadis ‘Aisyah ra. yang mujmal bahwa batas akhir sahur adalah saat azan Subuh.

Kesimpulannya, batas akhir waktu sahur adalah saat azan Subuh, namun bukan awal azan Subuh, melainkan memanjang hingga akhir azan Subuh. Maka jika azan Subuh masih berkumandang, sahur masih boleh, tidak haram, dan tidak wajib qadha`. Wallahu a’lam.[]

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + 7 =