Connect with us

 

Yang menarik, proyek transportasi massal itu dibiayai sepenuhnya oleh sumbangan umat Muslim tanpa investasi asing.

Akibatnya, hingga sekarang, rute tersebut dianggap sebagai wakaf oleh umat Muslim. “Jalur kereta itu bukan dimiliki negara, bukan milik perorangan, tapi milik umat Islam di dunia,” kata Azmi Nalshik, pimpinan jalur kereta api Jordan Hejaz. “Ini seperti masjid: itu tidak bisa dijual. Semua Muslim di dunia – bahkan dari Indonesia atau Malaysia – dapat mengklaim ‘Saya punya saham di sini’,” kata Nalshik.

Dlm bbrp tahun terakhir, beberapa bagian dari jalur kereta api Hejaz itu telah dihidupkan kembali, setidaknya sedikit demi sedikit. Di Yordania, dua jalur kereta api itu dihidupkan kembali. Para wisatawan dapat menumpang gerbong yang ditarik lokomotif uap melalui jalur rel yang membentang di padang pasir di Wadi Rum – jalur kereta yang pernah diserang Lawrence of Arabia

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 5 =