Connect with us

Majelis Taqorrub

Malam Lailatul Qodar

Oleh Abdullah Al-Jirani

Ringkasan tentang malam Lailatul Qadar :

1). Lailatul Qadar terus ada sampai hari kiamat dan dianjurkan untuk mencarinya serta bersungguh-sungguh di dalamnya. Adapun yang diangkat oleh Allah itu bukan malam Lailatul Qadarnya, akan tetapi tentang ilmu/pengkabaran letak persisnya.

2). Menurut madzhab Syafi’i dan jumhur (mayoritas) ulama, Lailatul Qadar terletak di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Kita tidak tahu secara pasti, walau hakikatnya terletak di malam yang sudah tertentu, dan tidak pernah pindah posisinya sampai hari kiamat.

3). Dari sepuluh malam terakhir tersebut, malam-malam ganjil lebih diharapkan. Menurut imam Syafi’i malam dua puluh satu paling diharapkan. Dalam pendapat lama, di malam dua puluh satu atau dua puluh tiga. Setelah malam dua puluh satu, maka diharapkan di malam dua puluh tujuh.

Namun, imam An-Nawawi -rahimahullah- lebih menguatkan pendapat yang menyatakan, bahwa malam Lailatul Qadar berpindah-pindah letaknya di sepuluh terakhir bulan Ramadan, dalam rangka untuk mengkopromikan berbagai hadis yang sekilas bertentangan dalam masalah ini.

4). Tanda atau alamat malam Lailatul Qadar : Malam yang sangat cerah, tidak dingin dan tidak panas, Matahari terbit di pagi harinya dalam kondisi putih bersih, dan tidak banyak cahaya bergaris-garisnya.

5). Dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di malam itu, baik berupa salat, dzikir, baca Al-Quran, dan do’a.

6). Malam Lailatul Qadar akan mampu di lihat oleh orang-orang yang Allah kehendaki dari para hamba-Nya.

Malam ini malam dua puluh satu. Maka menurut pendapat imam Asy-Syafi’i, malam ini merupakan malam yang paling diharapkan turunnya Lailatul Qadar. Semoga Allah memudahkan kita sekalian untuk mendapatkannya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Wallahu a’lam

Mekah – KSA, 20 Ramadan 1440 H

Abdullah Al-Jirani
———-
Referensi :
Al-Majmu Syarhul Muhadzab karya Imam An-Nawawi juz 6 hlm. 489 – setelahnya.