Connect with us

Pendidikan

PERBEDAAN KERUDUNG (KHIMAR) DENGAN JILBAB

Oleh : Ustadz M Shiddiq Al Jawi.

Saat ini masyarakat umum di Indonesia mengartikan jilbab sebagai kerudung. Penggunaan istilah jilbab untuk menunjukkan makna kerudung seperti ini tidak tepat. Karena sebenarnya terdapat perbedaan antara kerudung dengan jilbab.

Kerudung dalam Alquran disebut dengan istilah khumur (khimaar) bukan dengan istilah “jilbab”. Kata “khumur” terdpt dlm firman Allah SWT “Dan hendaklah mereka (para wanita) menutupkan kain kerudung ke dada mereka.”(Arab: walyadhribna bikhumurihinna ‘ala juyubihinna)”.(Qs. An Nuur :31).
Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud “khimaar” adalah apa apa yg digunakan untuk menutupi kepala (maa yughaththa bihi ar ras ‘su) (Tafsir lbnu Katsir, 4/227). Dgn kata lain, tafsir dari kata “khimaar” tsb, jika dialihkan ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah kerudung.

Inilah yang saat ini secara salah kaprah disebut “jilbab” oleh masyarakat umum.

Adapun istilah “jlbab” dalam Alquran, terdapat dalam bentuk pluralnya, yaitu “jalaabib”. Ayat Alquran yg menyebut kata jalaabib adalah firman Allah SWT, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak anak perempuanmu, dan istri-istri orang orang mukmin, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”(Arab: yudniina ‘alaihinna min jalaabibihinna). (Qs. Al Ahzab :59). Menafsirkan ayat ini, Imam Al Qurthubi berkata, “Kata jalaabiib adalah bentuk jamak dari jilbab, yaitu baju yang lebih besar ukurannya daripada kerudung (akbar min al khimar).

Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas dan lbnu Mas’ud berpendapat bahwa jilbab artinya adalah ar ridaa” (pakaian sejenis jubah/gamis). Pendapat yang shahih, jilbab itu adalah baju yg menutupi seluruh tubuh (Imam Al Qurthubi, Tafsir Al Qurthubi, 14/107).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × five =