Connect with us

Bogor Raya

I’tikaf di Kaki Gunung Pangrango

25 Ramadhan, Bogor diguyur hujan cukup deras. Suasana dingin ini tidak menyurutkan warga Sukamanah Megamendung untuk hadir dalam aktivitas ibadah i’tikaf di Masjid Jami’ Nurul Huda (29/5). Berbagai kegiatan melengkapi rangkaian i’tikaf ini, mulai dari tausiyah sampai dengan sholat subuh berjama’ah.

“Dalam Islam tidak boleh mencampurkan antara yang haq dengan yang bathil,” terang Ustadz Ahmad Nurhidayatullah mengawali tausiyahnya.

“Tidaklah Allah membebankan sesuatu kepada seseorang melainkan sesuai kemampuannya tidak boleh diartikan bahwa kita bisa seenaknya menjalankan kewajiban ibadah. Ayat tersebut lebih ditujukan kepada kuasa Allah memahami kemampuan manusia,” tegas Pembicara kepada peserta i’tikaf yang menunjukkan antusiasmenya.

Pilihan hidup itu akan dihadapkan pada satu keputusan yang harus diambil. Hitam atau Putih. Islam atau Kafir. Haq atau Bathil. Tidak bisa berada pada keduanya.

Masuk kepada Islam secara kaffah atau mengikuti langkah-langkah syaithon.

Pilihan tersebut menjadi penentu bagi seseorang apakah akan berada di Syurga atau di Neraka. [MBRK]

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − six =