Connect with us

Ekonomi

Hukum Menggunakan Manekin

KH. M. SHIDDIQ AL JAWI

 

Tanya:
Ustadz, apa hukumnya menggunakan manekin untuk memeragakan baju yang dijual? (Siti Murtiyani, Sleman)

Jawab :

Manekin _(mannequin)_ adalah patung manusia seluruh tubuh atau setengah badan yang digunakan untuk memeragakan berbagai macam jenis pakaian jadi di toko-toko pakaian. Manekin dapat dibuat dari berbagai bahan, seperti plastik, kayu, atau kaca serat. Bagian-bagian manekin seperti kepala, lengan, tangan, dan kaki dapat dibongkar pasang. Kepala manekin seringkali dapat dipakaikan wig (rambut palsu). (id.m.wikipedia.org).

Para ulama kontemporer berbeda pendapat mengenai hukum menggunakan manekin (Arab : _al maliikaan, al maniikaan)_ untuk menampilkan baju.

Ada dua pendapat; pertama, jika manekin itu manekin seluruh tubuh hukumnya haram, sedang manekin yang tidak seluruh tubuh, yaitu yang tidak berkepala, hukumnya boleh. Ini pendapat sebagian ulama seperti Syekh Badar bin Ibrahim Al Mahwas. (www.feqhweb.com).

Kedua, manekin secara mutlak hukumnya haram, baik seluruh tubuh maupun setengah tubuh. Ini pendapat sebagian ulama, seperti Al Majlis Al Islami li Al Ifta` (www.fatawah.net).

Dalil pendapat pertama adalah hadits Abu Hurairah RA bahwasanya :

فمر برأس التمثال الذى فى البيت يقطع فيصير كهيئة الشجرة

“Nabi SAW pernah menghampiri kepala patung yang ada di rumah beliau, seraya memotongnya sehingga menjadi seperti bentuk pohon.” (HR Tirmidzi, Ibnu Hiban, dan Ahmad). Hadits ini menunjukkan bahwa hukum asal memanfaatkan patung setelah memotong kepalanya adalah boleh. (www.feqhweb.com).

Adapun dalil pendapat yang kedua adalah sabda Nabi SAW :

إن الملائكة لا تدخل بيتاًُ فيه تمثال أو تصاوير . [ متفق عليه واللفظ لمسلم

“Sesungguhnya para malaikat tidak akan masuk ke dalam sebuah rumah yang di dalamnya ada patung _(timtsaal)_ atau lukisan _(tashawir)_.” (HR Bukhari dan Muslim). Hadits ini secara umum menunjukkan haramnya memajang patung di dalam sebuah rumah, baik patung yang utuh (berkepala) maupun yang tidak utuh (tidak berkepala). (www.fatawah.net).

Pendapat yang _rajih_ (lebih kuat) menurut kami adalah pendapat kedua yang mengharamkan manekin secara mutlak, baik manekin seluruh tubuh (berkepala) maupun manekin setengah badan (tanpa kepala). Alasannya ada 2 (dua);

*Pertama,* hadits-hadits yang mengharamkan meletakkan patung di dalam rumah adalah hadits-hadits yang bermakna umum, yakni mencakup semua bentuk patung secara umum baik patung yang utuh (berkepala) maupun tidak utuh (tidak berkepala).

Hal itu dikarenakan kata _timtsaal_ (patung) dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim di atas adalah kata yang berbentuk _isim nakirah_ (kata benda tak-tentu) dalam redaksi kalimat nafi (menegasikan sesuatu) sebagaimana bunyi hadits,”Sesungguhnya para malaikat tidak akan masuk ke dalam sebuah rumah yang di dalamnya ada patung _(timtsaal)._” (inna al malaa`ikata laa tadkhulu baitan fiihi timtsaal)”.

Kaidah ushul fiqih menyebutkan : *al nakirah fii siyaaq al nafyi tufiidu al ‘umuum.* (isim nakirah dalam redaksi kalimat yang menegasikan sesuatu, berarti umum). (‘Atha` Ibnu Khalil Abu Al Rasyta, _Taisiir Al Wushuul Ila Al Ushuul,_ hlm. 227).

Atas dasar itulah, Imam Taqiyuddin An Nabhani mengatakan segala bentuk gambar atau patung dari makhluk bernyawa, baik patung yang utuh (yang memungkinkan hidup) maupun patung tidak utuh (yang tidak memungkinkan untuk hidup), semuanya haram berdasarkan keumuman hadits-hadits yang mengharamkan gambar atau patung makhluk bernyawa. (Taqiyuddin An Nabhani, _Al Syakhshiyyah Al Islamiyyah,_ 2/350).

*Kedua,* _istidlaal_ yang membolehkan patung tak berkepala tidak dapat diterima. Karena hadits bahwa Nabi SAW memotong kepala patung-patung yang ada di rumah beliau sehingga menjadi seperti bentuk pohon, tidaklah menunjukkan bolehnya patung manusia tanpa kepala, tetapi menunjukkan bolehnya patung yang berbentuk seperti pohon. Jadi kalau patung itu masih berbentuk manusia, meski tak berkepala, hukumnya tetap haram. _Wallahu a’lam._

*Yogyakarta, 30 April 2018*

*Muhammad Shiddiq Al Jawi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + thirteen =