Connect with us

Bogor Raya

Multaqo Ulama Bogor Raya Serukan Kembali Kepada Maslahat Bangsa

BOGOR — Sekitar 50 ulama dan pimpinan pondok pesantren dari wilayah Bogor Raya berkumpul dalam sebuah acara Multaqo Ulama bertema “Indonesia Darurat: Saatnya Tinggalkan Biang Mafsadat dan Mudharat, Kembali kepada Sumber Maslahat.” Kegiatan ini diselenggarakan di Resto Adoo Galo pada hari Ahad (22/6), sebagai bentuk keprihatinan sekaligus seruan moral terhadap kondisi bangsa saat ini.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan dipandu oleh Buya Fathurrahman selaku moderator. Setelah pembacaan Al-Qur’an oleh Ustadz Ilyas, sambutan pertama disampaikan oleh Ustadz Edy Wanto selaku tuan rumah. Dalam sambutannya, ia menyinggung ketimpangan sosial yang terus terjadi di tengah masyarakat Indonesia.

Salah satu pembicara utama, Ustadz Iskandar Riyadi Hasibuan, menyoroti realitas politik yang dianggap penuh sandiwara. “Lagu ‘Dunia ini panggung sandiwara’ masih sangat relevan. Dunia politik saat ini adalah panggung tipu-tipu dan pencitraan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat terus digiring dari satu klarifikasi ke klarifikasi lainnya, sementara penderitaan rakyat akibat kemiskinan sering ditutupi oleh narasi pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Kyai Arief B. Iskandar, pimpinan Pondok Pesantren Darun Nahdah, mengungkapkan bahwa akar dari berbagai kerusakan (mafsadat) dan bahaya (mudharat) yang terjadi di negeri ini adalah karena abainya masyarakat terhadap penerapan hukum Allah dan Rasul-Nya. “Semua kembali kepada kita. Karena kita tidak menerapkan hukum Allah dan Rasulullah SAW,” tegasnya.

Menjelang penutupan pada pukul 11.30 WIB, Ustadz Badru Tamam memimpin pembacaan pernyataan sikap bersama para ulama dan pimpinan pesantren yang hadir. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Umar Ash-Siddiq.

Multaqo Ulama ini menjadi forum reflektif yang menyerukan pentingnya kembali kepada nilai-nilai maslahat demi memperbaiki kondisi bangsa yang dinilai semakin darurat dalam berbagai aspek. [RDW]