Connect with us

Majelis Taqorrub

Agar Iman Tak Usang

|Oleh: Dhila Sudarjo
(Ibu Rumah Tangga Peduli Umat

 

Suatu barang bisa tetap terlihat cantik, bersih dan baik walau telah berusia belasan, bahkan puluhan tahun. Bukan semata karena bahan yang digunakan untuk membuatnya, tapi lebih karena perawatan dan penjagaannya.

Begitu juga iman. Iman tak selalu berada dalam keadaan stabil atau stagnan. Keimanan itu fluktuatif, bisa naik dan turun. Kadang giat, tapi terkadang mengalami kejenuhan. Bahkan iman bisa usang seperti usangnya pakaian.

Imam Al-Hakim dan Ath-Thabarani meriwayatkan bahwa Nabi Rasulillahi shallaallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الإِيْمَانَ لَيَخْلُقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلُقُ الثَّوْبُ، فَاسْأَلُوْا اللهَ أَنْ يُجَدِّدَ الإِيْمَانَ فِي قُلُوْبِكُمْ

“Sesungguhnya iman benar-benar bisa menjadi usang di dalam tubuh seseorang dari kalian sebagaimana usangnya pakaian. Maka memohonlah kepada Allah supaya memperbarui iman di hati kalian.”

Alangkah penting dan utamanya bagi seseorang untuk memiliki perhatian yang besar terhadap imannya. Sungguh, menjaga iman dengan selalu memperbaruinya adalah suatu penjagaan yang baik dari penyakit hati. Karena ketika imam usang, tak akan bisa menangkal segala kemaksiatan.

Iman ialah sesuatu yang diyakini di dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan. Iman akan bertambah ketika seorang hamba taat kepada Allah. Sebaliknya akan berkurang ketika mentaati setan.

Sebagaimana Allah SWT berfirman :

وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَذِهِ إِيمَانًا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

“Apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.” (QS. at-Taubah: 124)

Ayat ini berisi pernyataan Allah bahwa keimanan orang beriman akan bertambah karena ketaatan mereka kepada aturan yang Allah turunkan. Sebaliknya, mereka yang tidak mengikuti aturan itu, keimanannya akan berkurang.

Saat hilangnya nafsu melakukan ketaatan dan tidak bersegera menyambut tawaran pahala yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya, saat itulah harus mulai waspada. Bisa jadi iman mulai usang.

Adapun orang yang baik imannya, tidak sekedar menjalankan ketaatan. Ia merasa sangat ringan dan betah berada pada ketaatan tersebut.

Menurut para ulama, ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk menjaga iman dari keusangan:

Pertama, menjaga ketaatan kepada Allah. Ketaatan harus mengakar dalam diri seseorang agar dia mendapatkan manisnya iman.

“Ada tiga hal, yang jika ada pada diri seseorang maka dia akan mendapatkan manisnya iman; Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari pada selainnya, tidaklah dia mencintai orang lain, kecuali karena Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran, sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke neraka.” (HR. Bukhari 16 & Muslim 174).

Kedua, memohon agar iman selalu bertambah. Allah-lah zat yang mengendalikan hati manusia. Hidayah hanya ada tangan-Nya. Karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan agar selalu berdoa kepada-Nya. Memohon agar keimanan selalu ditambah oleh Allah.

Ketiga, memahami isi Alquran. Selain sebagai petunjuk, Alquran juga merupakan hiburan bagi umat muslim. Melalui Alquran, ketenangan batin bisa didapatkan. Sehingga semakin mengkaji Alquran, keimanan semakin bertambah.

Ketika iman mulai usang, perlahan sensitifitas seseorang terhadap dosa akan pudar. Gambaran siksa neraka bagi pelaku dosa ditanggapi sebagai informasi belaka. Sehingga dosa dianggap sebagai perbuatan yang layak mendapat permakluman. Mulailah setan menggoyahkan keimanan seseorang.

Mari menjaga iman, agar ia tak pernah usang.

Wallahu’alam.