Connect with us

Oleh: Shezan A.Gerung

Melihat kondisi perpolitikan kita yang kesannya hanya rebutan kursi doang, wajar milenial jadi tanpa harapan dan enggan bahas masalah politik. Apalagi bahas masalah politik itu bawaannya berat. Namun, politik dalam Islam itu beda, lo, Sobat Muslimah!

Dalam Islam tuh politik bermakna ri’ayatus syu’unil ummah (pengurusan urusan rakyat). Dari definisi ini kita tahu bahwa makna politik tidak sesempit gambaran perebutan kekuasaan seperti saat ini. Terlebih menghalalkan segala cara hanya untuk mendulang suara.

Dalam Islam, seorang politisi wajib memiliki mentalitas pemimpin, mampu mengatur urusan kenegaraan, menyelesaikan permasalahan, serta mengendalikan urusan pribadi dan umum. Di sisi lain, sistem politik dalam Islam tidak lepas dari dimensi takwa seorang hamba. Saat memperhatikan kebutuhan-kebutuhan rakyat, itu semata-mata karena seorang muslim memahami wajibnya penguasa memenuhi kebutuhan rakyatnya.

Apakah itu hanya tugas penguasa dan pejabat? Tentu tidak. Setiap muslim, termasuk para remaja, wajib terlibat dalam politik. Entah itu dengan turut melakukan muhasabah kepada pemerintah, berdakwah untuk menunjukkan kebenaran di tengah-tengah masyarakat, maupun berjuang mewujudkan tegaknya syariat Islam.

Mengingat tanggung jawab yang dimensinya bukan sebatas dunia saja, maka sistem politik Islam tidak berjalan mengikuti hawa nafsu manusia. Bukan semata mendulang suara dengan modal mengadakan konser, atau memproklamasikan diri sebagai pendukung K-pop. Politik Islam jauh dari itu.

Visi dan misi seorang penguasa seharusnya menyentuh dimensi akhirat. Sebab pertanggungjawaban seorang penguasa di hadapan Allah kelak teramat berat. Rasanya tidak wajar jika demi mendulang suara harus bela-belain banting setir jadi K-popers.

Inilah potret politisi kita saat ini. Gaya merakyat, tetapi kebijakan memihak konglomerat. Jelang pemilu, apa pun dijabanin demi suara. Usai pemilu, rakyat ditinggal begitu saja, bagai kacang lupa kulitnya.

So, sobat muslimah, tentu kita tidak berharap kondisi ini berulang terus. Oleh karena itu, saatnya kita menunjukkan Islam, sebagai alternatif dari sistem politik yang penuh gimik ini. Yakin masih betah dengan sistem saat ini? Milenial cerdas, tentu memilih Islam. Betul? Wallahualam.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − 2 =